Chanel Haute Couture Fall/Winter 2019, A Sartorial Bookworm

Chanel takes you to a fantastical library for its Haute Couture Fall/Winter 2019 presentation. 

 

 

Buku dan sastra selalu menjadi sumber inspirasi bagi para pimpinan kreatif Chanel. Melalui hobi membacanya, Gabrielle Chanel menuangkan fantasi modern ke lembaran kain dan motifnya. Begitu pula dengan Karl Lagerfeld dengan perpustakaan pribadinya yang berisi 300.000 buku, mulai dari biografi hingga artbook.

Virginie Viard yang ditunjuk sebagai pengganti Lagerfeld di Chanel pun turut berbagi kegemaran membaca dengan mengkreasikan sebuah koleksi haute couture. Ini menjadi tribute darinya bagi hubungan unik antara sastra dan busana. Pada perpustakaan megah yang dibangun di Grand Palais sebagai set peragaan busana Chanel Haute Couture Fall/Winter 2019, ribuan buku tertata pada rak kayu yang mengitari koridor-koridor sebuah ruang baca. Di sini, para perempuan Chanel yang menggemari budaya, puisi, dan novel, menemukan style book mereka.

Untuk koleksi ini, Viard menginjeksikan pesona era 1930-an dan elegansi nonchalant. Siluet-siluetnya tampak berkarakter free and fluid. Atmosfer ketenangan meliputi show kali ini. Melalui deretan looks yang ditampilkan, nampak sosok berkarakter calm yang menjalani keseharian dan mengejar mimpinya dalam balutan kreasi Chanel.

Pada “buku Chanel” yang ia tulis, Viard pun membuka halaman baru untuk rumah mode legendaris ini.