Behind the Iconic Chanel’s Tweed Pieces

By Amelia Levina

Sejak tahun 2014, ACT3 sudah menjadi anak perusahaan dari House of Lesage, yang dimiliki oleh Paraffection, sebuah struktur yang didirikan oleh Chanel untuk melestarikan dan mengembangkan Métiers d’Art.

 

ACT3 adalah studio tenun yang memiliki spesialisasi dalam produksi wol. Maria Messner, merupakan sosok dibalik kesuksesan studio tenun yang didirikan pada tahun 1996 tersebut. Bertempat di kota Pau, Prancis, perempuan asal Austria ini menciptakan, memproduksi, dan juga memasarkan kain dan wol untuk rumah mode Couture dan Ready-to-Wear.

 

 

Pada awal masa revolusionernya, Chanel meminjam bahan wol dari ACT3 untuk menciptakan suit ikonisnya. Hingga akhirnya pada 2014 House of Lesage menarik rumah independen tersebut. “ACT3 menyediakan keterampilan yang luar biasa dan langka, diperlukan untuk merealisasikan kreasi Lesage dengan mencampurkan bahan-bahan inovatif dan menegaskan keaslian dan  signature yang tak ada bandingannya dari the House of Lesage’s tweeds”, jelas Bruno Pavlovsky, selaku President of Fashion di Chanel.

 

 

Setiap musim, ACT3 memperkenalkan bahan wol eksklusif baru, bersama dengan campuran bahan, tones dan motifs yang kreatif dan kompleks. Berbagai benang yang berbeda yang unik sampai tidak teratur. Talenta ACT3 terletak pada kemampuannya, musim demi musim, untuk menenun bahan yang paling tak terduga: wol, kulit, beludru, organza, dan masih banyak lagi. Keahlian dan akurasi ini yang menjadikan ACT3 sebagai mitra penting dari House of Lesage dan bagi Chanel.